Kita dan 2020

Masih awal 2020.

Masih ingatkah kamu saat bulan Januari terjadi apa?
ketika biasanya kamu pergi keluar menyambut tahun baru, menikmati jagung bakar dan meledakkan kembang api di langit malam, apa yang setelahnya terjadi?
yaa, hujan turun sangat deras.
waktu itu kufikir itu hanya 1 jam saja seperti halnya judul lagu
tapi ternyata meleset.
HUJAN SAAT ITU DERAS DAN AWET
Seperti halnya cinta Juliet pada Romeo.
Aku beruntung hanya menikmati malam tahun baru bersama selimut dan guling sambil bermimpi 2020 adalah tahun aku mendapat kerja.
waktu shubuh aku masih diiringi suara rintik hujan yang merdu
aku tidak peduli apapun saat itu sampai aku mendengar berita bahwa banyak wilayah di Jakarta digenangi banjir tinggi.
bagiku itu adalah mimpi buruk!
semua teman Jakarta kucoba hubungi untuk memastikan mereka baik-baik saja.
aku gelisah dan itu tidak terbukti.


Bulan pertama sudah berganti di 2020

Awal yang manis untuk bersemangat mencari jati diri
aku mencoba melakukan hal baik.
membaca satu surah Al-quran tiap hari, menulis, membaca novel
and everything is about Me-God time
terbukti aku mendapat ketenangan lebih dari biasanya
aku jatuh dan aku kembali bangkit!!
aku menangis dan aku kembali tersenyum!!
aku hilang dan aku kembali!

Maret yang Baik, ayo pulih!

Dunia terancam
Dunia terguncang
Dunia menangis
saat di awal terasa biasa dan menyepelekan. kufikir itu karena jauh! banyak meme berseliweran di media sosial namun, oh tidak aku lupa sesuatu.
musuh kita tidak terlihat, kecil bentuknya, cepat datangnya
dan pada akhirnya ibu pertiwi menangis mengingat menelan banyak korban
tagar #dirumahsaja bergaung dimana-mana
banyak pekerja mengerjakan pekerjaannya di rumah
ada pula tetap harus berangkat ditengah takutnya virus menyebar
petugas medis menjadi garda terdepan melawan penjajah tak kasat mata
aku hanya berharap dunia akan pulih, segera.

Aprilku tidak semenarik yang terdahulu

hingga detik ini aku menulis, total kasus positif covid-19 berjumlah 8000an
jumlah orang sembuh dan kematian terus berkejaran
beberapa kerabat dan teman terdekat menjadi korban
sudah memasuki puncak pandemi rupanya
Amerika yang disegani pun kini mulai ikut lumpuh
aku tidak terlalu mengikuti perkembangan negara lain
tapi roda perekonomian mereka pasti terganggu bukan?
bahkan beberapa negara melakukan demo berdalih bahwa covid-19 itu kebohongan
mengganggu banyak pekerjaan lapangan
membuat semua orang panik ketakutan


salah satu ketakutan yang dirasa banyak orang yaitu phk
bulan ini sudah berada dalam tahap dimana banyak pekerja di rumahkan
banyak pula perusahaan bergoyang dan mempertahankan diri di tengah badai pandemi
Isi dompet tidak seperti biasanya
pemasukan kosong, gaji dipotong, unpaid leave, PHK, THR telat, lalu apa lagi?
pengangguran bertambah, kejahatan meningkat, kelaparan semakin banyak!
aku benar-benar tidak bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir.
banyak orang tetap di rumah mempertahankan kewarasannya
membuat tik tok, dalgona cofee, mengukir gambar di atas roti dengan seres, dan masih banyak lagi
itu terlihat yang masih waras dan mempertahankan kewarasannya
bagaimana dengan yang sudah dalam fase stress, depresi, frustasi?
aku hanya berharap semua orang sehat jasmani dan rohani.
termasuk kamu.

Tentukan prinsip sebelum menyebur

Aku senang berinteraksi
Aku senang berbicara dengan siapapun
Mengenal banyak orang dan pengalamannya
Ahhh rasanya bertemu orang lain akan charging diriku
Mengisi performa untuk bertahan di hari menyebalkan nanti
Tapi aku memiliki prinsip!
Aku memiliki prinsip bahwa aku harus punya prinsip sebelum berkawan dengan banyak orang
Apa prinsipku? Nanti kita cerita tentang prinsipku
Lalu apa prinsipmu?

Design a site like this with WordPress.com
Get started